Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Nyata! Rumah Mertuaku Banyak "Penghuninya" (Seram)

Istriku. Aku kenal dia sekitar ....... Aku lupa. Pokoknya aku kenal dia waktu aku kelas 3 SMA. Waktu itu dia siswa baru di kelas 1. Biasalah anak osis selalu tebar pesona ke junior junior. Maklum waktu itu aku adalah siswa yang sangat tampan rupawan cerdas mempesona, sayang selalu bokek. Jadi intinya setelah melalui sebuah perkenalan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya kita resmi menjalin sebuah hubungan yang pada akhirnya membuat kita serius menapaki sebuah rumah tangga. Ya, kita resmi menikah sekitar...... Aku lupa lagi. Kalau dia baca tulisanku ini dan tahu kalau aku lupa tahun berapa kita nikah, ah bisa bahaya. Akan ada berita buruk tentang seorang pria tampan tidur di kursi tamu. 
Postingan terbaru

WONG JAWA ILANG JAWANE

“Pak, kiye priwe carane? Deneng komputere ra bisa urip?”, celetuk salah satu siswa saya ketika pelajaran TIK sedang berlangsung. Di sudut yang lain ada lagi siswa yang lain nyeletuk , “Kiye komputere ruwag ya pak? Deneng ora kena nggo Youtuban?”. Bukan soal computer yang membuat saya cukup kaget. Karena saya tahu sebenarnya computer itu tidak ada masalah, hanya saja mereka yang belum begitu tahu cara mengoperasikan computer dengan benar.

Nama Anak Kedua saya Nigeria Merdekawati?

Rasanya memang hanya rasa syukur kepada Allah yang patut saya ungkapkan ketika saya mengingat nikmat-nikmat yang Allah limpahkan di tahun-tahun belakangan ini. Bagaimana tidak, setelah anak pertama saya berumur kurang lebih 2,5 tahun, saya dipercaya kembali oleh Allah untuk punya anak lagi. Tidak seperti anak pertama yang direncanakan penuh perhitungan, anak kedua ini sama sekali tidak direncanakan. Tiba-tiba saja istri saya telat satu minggu dan ketika ditest -dengan test pack tentunya- ada 2 garis merah di test pack tersebut.

Dilema Seorang Bapak

Jutaan orang tidak menyadari bahwa saya beserta istri dan anak-anak baru saja pindahan dari Banjarnegara ke Kebumen. Mereka saya bawa ke Kebumen karena saya merasa bahwa anak kedua saya sudah cukup besar dan anak pertama saya sudah cukup bisa diajak hidup mandiri di negeri orang. Dalam hati, sudah sangat bahagia walaupun hanya membayangkan. Setiap bangun tidur ada anak-anak yang tersenyum bahagia, canda tawa,  dan istri yang selalu siaga menyeduh kopi di pagi hari.

TENTANG PEKERJAAN BARU

“Pokoknya saya harus lulus tepat waktu. Maksimal 4 tahun saya sudah harus wisuda”, batin saya waktu itu. Dengan semangat berapi-api, saya selesaikan kuliah saya tepat waktu. Alhamdulillah, dengan perjuangan yang panjang, saya dapat lulus kurang dari 4 tahun. Lebih tepatnya 3 tahun 11 bulan 28 hari.
Akhirnya saya menyandang predikat S.Pd, Sarjana Pendidikan. Sesuai dengan kodrat, seharusnya setelah lulus saya harus menjadi seorang guru. FYI, sejak jaman Angling Darma masih memerintah di kerajaan Malwapati, saya memang ingin menjadi seorang guru. Tetapi apa mau dikata, dunia persilatan berkata lain. Sang penggurat goresan kehidupan, menghendaki saya menjadi seorang karyawan minimarket. Sebuah nasib yang sangat kontras dan sangat tidak nyambung. Layaknya seorang jomblo yang mengejar-ngejar gebetannya namun gebetannya jalan dengan lelaki lain.
Yup, 2 tahun lamanya saya menjadi seorang karyawan sebuah minimarket yang cabangnya tersebar secara sporadis di seluruh antero Indonesia. Bagai…

Tentang Anak Pertamaku, Divya

Aku sudah menikah lebih kurang 4 tahun. Alhamdulillah dari pernikahan itu, aku dan istriku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat lucu (menurut saya :D ). Aku kasih nama Divya. Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira mengingat aku dan istriku cukup lama menanti seorang buah hati. Finally setelah 8 bulan mencoba berbagai gaya :D , akhirnya istriku hamil juga. Itupun melalui perjalanan yang amat panjang. Kita sampai keliling berbagai klinik di Samarinda. Mulai dari klinik Tong Fang, Klinik Bersalin, Sampai klinik tutup pun kita datangi. Alhamdulillah di Samarinda ada satu klinik yang sangat bagus yang mendiagnosa kalo istriku memang ada masalah. Akhirnya setelah dua kali berobat, seminggu kemudian istriku hamil. Padahal dulu aku sempet berfikir, jangan-jangan punyaku, -sebut saja titit- bermasalah. Eh ternyata sebenernya aku sangat perkasa :D Alhamdulillah, Divya sekarang sudah 2 tahun lebih. Dan lebih bersyukur lagi, aku dan isriku langsung dikasih kepercayaan sama Allah. Istriku …